Free Yourself From Negativity!

Buat apa buang-buang energi untuk mikirin hal negatif, kalau ternyata ada banyak hal positif di sekitar kita yang seringkali “lupa” kita perhatikan…

Kaos Motivasi POSITIPS - FREE YOURSELF FROM NEGATIVITY

Kaos Motivasi POSITIPS – FREE YOURSELF FROM NEGATIVITY

~~~~~~~~~~

written By: KaosPositips

T Shirt: Free Yourself From Negativity by KaosPOSITIPS

T-shirt design by:http://www.kaospositips.com

info/order: PinBB 7eba8b4f | SMS/WA: 081213701820 | kaospositips@gmail.com

~~~~~~~~~~~~~

Dua orang teman bertemu di kantor mereka suatu pagi.

Yang seorang, sebut saja Erni namanya, menggoda temannya karena berpenampilan baru hari ini. Rambutnya yang biasanya keriting, hari ini berubah total, jadi lurus.

“Lagi punya pacar baru ya Di?” olok Erni ke Dince.

“Huu.. pacar baru apaan?!”kata Dince bersungut-sungut,  penuh emosi. “Ini gara2 bos gue, tauk!”

“Maksudnya? disuruh bosmu ngelurusin rambut?” tanya Erni, bingung.

“Bukan gitu. Kemaren, bos gue itu bilang, muka gue ini gak cocok jadi orang marketing. Gue enggak bakalan bisa dapet klien karena muka gue kaya BAAABUUUUU!?” jawab si Dince, masih dengan nada penuh emosi, yang jelas terlihat dari penekanan pada huruf AAA dan UUUU di akhir kalimat tadi.

“Hahahahaaaaahaaa…! Haaaaaahaaahaaaa……..!” Erni ngakak. tertawa keras mendengar penjelasan Dince itu.

“Ah! Sialan loe! Ada temen dikatain babu bukannya ikut marah, malah ngetawain?” cerocos Dince, protes.

“Hehehe.. heeee…..heheee…sori….sori…..,” Erni masih berusaha menghentikan tawa gelinya.

“Gue sebel banget tauk! Makanya langsung gue rebonding nih rambut. Pengan gue tunjukin ke dia, kalo gue bukan babu!” kata Dince, tetap emosi.

“Hahahahaha…haa….haa……ha……” Erni masih belum berhasil menghentikan tawanya. “Bentar ya, bentar, Gue tanya deh ama loe,” kata Erni, dengan memasang wajah serius, seolah ingin membahas masalah ini lebih jauh lagi, yang tentu saja membuat Dince sedikit senang. Wah, mulai ada pendukung nih pikirnya…

Dan beginilah kata Erni, “EMAAA…..NG KALO BABU ENG….GAK MUNG…..KIN REBONDING APAAAAA?!

Sejenak Dince terdiam. Erni pun diam, menunggu jawaban…..

“Iya juga ya…” gumam Dince.

Erni langsung menyahut, “Terus kalo ntar bos loe bilang muka loe sekarang KAYA BABU ABIS REBONDING, loe mau ngapain lagi????”

“Hahahahaaaa……! Sialan loe Er!” Dince, mulai ikutan tertawa.

******

Setelah itu, kedua sahabat itu tak henti-hentinya tertawa, sambil menunggu jam masuk kantor mereka.

mereka berdua akhirnya mencoba mengira-ira, segala kemungkinan “julukan” si bos kepada Dince.

Dan Dince pun tampak tak lagi terlalu peduli lagi dengan “muka babu”-nya.

“Kalo dibilang muka babu abis rebonding, yang lipstikan, pake eye shadow and eye liner, trus ?”

“Pake kutek!”

“Kalo dibilang babu rebonding, pake eye shadow, eye liner ama kutek, trus?”

“Beli tas Hermes!”

Kalo dibilang babu rebonding pake eyeshadow en kutek plus njinjing Hermes, Trus?

…………………………………………

Trus?

……………………………………………………….

Trus???

………………..

Dan tertawa terbahak-bahak lah mereka berdua, menyegarkan kembali pagi hari itu.

Sampai akhirnya, Dince menyimpulkan,

“Kenapa enggak dari kemaren aja gue ketawa-ketiwi begini bareng loe ya Er? Rugi amat gue udah marah-marah sedari kemaren, keluar duit pulak buat rebonding!” sesalnya.

Kata-katanya masih diteruskan, “Padahal mah bodo amat yak dia mau bilang apa……..”

🙂

PS: jadi, enggak usah buang-buang energi buat mikirin sesuatu yang negatif ya, Friend! Apalagi kalo itu ternyata enggak perlu-perlu amat kita pikirin. Just enjoy your life and be positive! 🙂

Advertisements

“Menjaring” Bahagia lewat MEMBERI

Anda pasti juga pernah merasakan sensasi menyenangkan yang meliputi hati, setelah memberikan sesuatu kepada orang lain, kan?kenapa bisa begitu ya?

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Psychiatry, menjelaskan bahwa aktivitas memberi  ternyata meningkatkan produksi dopamin – neurotransmiter yang berhubungan dengan perasaan bahagia. Perasaannya sama seperti ketika sedang mengerjakan hobi, berekreasi, atau menerima hadiah.

Pengen juga sih ngerasain bahagia setelah memberi, tapi kan nggak punya apa-apa, mau ngasih apa?? Mungkin itu yang terpikir oleh kita.

“Tak perlu terlalu berlebihan,” kata Stephen Post, Ph.D.,  penulis buku Why Good Things Happen to Good People. Usul Post, , “Berikan sedikit setiap hari; Anda akan merasa lebih bahagia, lebih sehat, dan berumur panjang.”

Atau, mengutip ucapan Mother Teresa, “Kita tidak bisa melakukan hal-hal besar, yang bisa kita berikan hanyalah hal kecil dengan cinta yang besar.”

Jadi, sudah siap untuk memberi?? 🙂

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mau memberikan sesuatu yang bakalan menginspirasi dan memotivasi orang tercinta yang menerimanya?

KaosPositips punya solusinya. Kunjungi saja kami di:

http://www.kaospositips.com | BB: 7eba8b4f | SMS/WA: 081213701820 | kaospositips@gmail.com

 

 

Think Out of the Box

sesekali, keluar jalur, enggak biasa, sedikit “gila”, bikin aturan main baru, itu bisa bikin hidup makin seru loh!!

think out of the box~~~~~~~~~~

written by: Veronica Sri Utami

T Shirt: Think Out of The Box

design by: kaospositips.com

for order/info, please contact: 081213701820 | pin 7eba8b4f | kaospositips@gmail.com

~~~~~~~~~~~~~~~~

Suatu hari, seorang ibu mengajari anaknya permainan “kertas, gunting batu”. Tahu kan? Mainan yang menggunakan tangan, yang dibentuk menyerupai batu (dengan mengepalkan tangan), menyerupai kertas (dengan merentangkan tangan dan menghadap ke bawah), sementara gunting, dengan menekuk tiga jari selain jari telunjuk dan jadi tengah).

Permainan ini mirip dengan suit, seperti yang umum dikenal. Batu menang melawan gunting, gunting menang melawan kertas, kertas menang melawan batu.

Selesai mengajari cara dan aturan mainnya, mulailah mereka mempraktikkan permainan ini. Dalam beberapa kali mencoba, ternyata si anak sudah bisa menangkap “prosedur” (halah!) permainannya.

Sampai saat ibu dan anak itu mengulang permainan ini untuk kesekian kalinya, si anak mengeluarkan “jurus” yang aneh.

Tangannya dikepal, tapi jempolnya diangkat. sang ibu – kebetulan – memilih jadi “batu” dengan mengepalkan tangan.

“Yeyy! Kita sama!!” kata si ibu.

“enggak Bu, menang aku dong!” sahut si anak cepat.

“Kok Gitu?” si ibu kebingungan. Kan sama-sama batu, pikirnya, karena kedua tangan mereka sama-sama mengepal.

Ternyata…..eh, ternyata……

“Ini bukan batu bu. Ini bom!” kata anak itu, “Lihat deh bu, ini beda kan sama batu. Ini ada bomnya, yang jempolku ini sumbunya,” anak kecil cerdas itu menjelaskan sambil menunjukkan bentuk tangannya. “jadi aku menang kan Bu, batu-nya ibu pasti bakalan hancur lebur kan bu kalau kena bom aku?!” serang si kecil itu lagi.

“Ahhhh…. Kamu ih!!!!! Namanya aja permainan batu – gunting – kertas, mana ada pilihan bomnya?!” kata si ibu, dengan wajah pura-pura enggak terima. Padahal mungkin ia merasa geli ditambah sedikit tercengang, merasa “dikalahin” anak kecil.

Dalam hati, sang ibu mengagumi pikiran si anak yang begitu “kilat”-nya, mencari bentuk tangan alternatif untuk mengalahkan ibunya ini.

Dan tentu saja, sang ibu mengakui “kemenangan” kreativitas anaknya.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah, permainan mereka berdua jadi lebih asyik, lebih seru, dan lebih menantang .

Karena tidak hanya ada gunting yang menang karena bisa memotong kertas, atau batu yang menang karena gunting tak bisa menghancurkannya.

Dalam permainan hari itu, bisa jadi ada bola yang kalah sama jarum, karena kalau kena jarum bolanya bisa kempes, atau kambing yang kalah lawan kepiting karena kesakitan dicubit-cubit terus, ada piring yang kalah melawan kayu, burung yang kalah melawan hujan, dan sebagainya dan sebagainya.

Seru kan?!

Ada ide lain??

Berpikir kreatif yuk!! 🙂

mau tahu caranya berpikir kreatif?? Ada di sini ya….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mau berkomentar? mau ikutan bikin ide kreatif? mau order kaos? mau tanya, mau minta info?  silakan isi form kontak ini ya…..